Friday, June 9, 2017

Pola Kegiatan Perekonomian



Sebelumnya sudah dibahas secara ringkas mengenai dasar-dasar Ilmu Ekonomi. Pada bab ini akan dibahas secara lebih mendalam lagi pola-pola kegiatan perekonomian meliputi Sistem Ekonomi, Pelaku dalam perekonomian beserta perannya, Mekanisme Pasar dan lain-lain.

A. Sistem Perekonomian

Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan/ mendistribusikan sumber daya -sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu (rumah tangga) maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya.

Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur pengalokasian sumberdaya dan memproduksi suatu barang/jasa. Perekonomian yang terencana (Planned Economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (Market Economic), pasar lah yang menentukan faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui mekanisme pasar yaitu penawaran dan permintaan.

Sesuai dengan yang sudah dibahas pada postingan sebelumnya, bahwa Sistem Perekonomian diklasifikasikan menjadi 3 jenis, antara lain:

1. Sistem Ekonomi Pasar (Market Economies)

Sistem Ekonomi Pasar atau disebut juga Sistem Ekonomi Kapitalisme atau Liberalisme adalah sistem ekonomi dalam suatu negara dimana produsen bebas melakukan kegiatan produksi (dalam batas-batas tertentu) shingga kegiatan produksi dan konsumsi ditentukan oleh mekanisme pasar yaitu permintaan dan penawaran.

2. Sistem Ekonomi Perencanaan Terpusat / Terencana (Planned Economies)

Sistem Ekonomi terencana disebut juga Sistem Ekonomi Komando, Komunisme atau Sosialisme, merupakan sistem ekonomi yang faktor produksinya dimiliki dan digunakan oleh pemerintah.

3. Sistem Ekonomi Campuran (Mixed Economies)

Sistem Ekonomi Campuran merupakan sistem ekonomi yang diantut suatu negara yang menggabungkan sistem ekonomi pasar dan terencana.


B. Uang, Perdagangan dan Spesialisasi

1. Pekekonomian Subsisten (Primitif)

a. Kegiatan Produksi

Dalam perekonomian yang masih primitive, yang lebih lazim dikenal sebagai perekonomian subsisten, unit-unit produksi terutama terdiri dari keluarga petani tradisional. Petani seperti itu menggunakan cara dan alat bercocok tanam yang masih sederhana. Jarang sekali terdapat kelebihan (surplus) produksi yang dapat dijual dipasar. Kegiatan ekonomi lainnya yang penting adalah berburu, dan menangkap ikan.

b. Pola Perdagangan

Dalam perekonomian subsisten yang masih primitif, perdagangan dilakukan secara barter yaitu perdagangan dengan menukar barang dengan barang lainnya (tidak ada alat tukar). Dalam perdagangan seperti itu haruslah wujud keadaan dimana suatu pihak ingin menukar barang yang dihasilkannya dengan suatu barang yang lain dan pihak lainnya memproduksi barang yang di ingini orang yang pertama dan bersedia menukarkan barang tersebut dengan yang dihasilkan oleh orang yang pertama. Keadaan ini dalam istilah inggrisnya dinamakan double coincedence of wants atau kesesuaian ganda dari keinginan.

2. Perekonomian Uang

Perekonomian Uang adalah perekonomian yang menggunakan uang sebagai perantara dalam kegiatan tukar-menukar (perdagangan). Namun demikian pentingnya uang dalam suatu masyarakat dalam suatu negara dapat berbeda satu sama lain. Dalam perekonomian subsisten, uang tidak terlalu penting peranannya karena kegiatan perdagangan masih sangat terbatas.

Secara umum, kemajuan perekonomian akan menyebabkan peran uang menjadi semakin penting dalam perekonomian. Hal ini karena semakin majunya perekonomian dalam suatu negara maka makin penting kegiatan perdagangan dalam perekonomian tersebut. Dalam perekonomian subsisten perdagangan adalah terbatas karena produksi yang dihasilkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri dalam arti tidak diperjual belikan kembali.

Penggunaan uang telah memungkinkan mereka melakukan spesialisasi, yaitu setiap orang tidak lagi menghasilkan barang dan jasa yang diperlukan, tetapi mengkhususkan menghasilkan barang atau jasa yang dapat disediakannya dengan lebih efisien.

3.    Perdagangan dan Spesialisasi



Contoh sederhana mengenai spesialisasi perdagangan adalah antara petani, tukang kayu dan tukang jahit. Mereka tidak perlu menghasilkan semua barang yang mereka butuhkan sendiri. Yang perlu dilakukan mereka adalah melakukan spesialisasi dalam memproduksi barang-barang sehingga dapat dihasilkan dengan cara yang paling efisien. Maka petani akan menghasilkan makanan, tukang kayu menghasilkan peralatan pertanian dan peralatan rumah tangga, dan tukang jahit menghasilkan pakaian.

Wujud spesialisasi yang tinggi merupakan ciri penting suatu perekonomian modern. Terdapat kaitan yang rapat antara perkembangan ekonomi dan spesialisasi dimana semakin tinggi perekembangan ekonomi, semakin tinggi pula tingkat spesialisasi. Sebaliknya tanpa spesialisasi suatu perekonomian tidak dapat mencapai perkembangan yang tinggi.

Spesialisasi semakin berkembang sebagai akibat penggunaan uang dan sebagai akibat perkembangan perdagangan. Artinya perdagangan yang bertambah luas dan semakin efisien akan menimbulkan spesalisasi yang lebih baik. Selanjutnya spesialisasi akan mempercepat perkembangan ekonomi.

Manfaat spesialisasi untuk perkembangan ekonomi, antara lain.
a. Mendorong perkembangan teknologi
b. Mempertinggi efisiensi produksi
c. Mempertinggi efisiensi pengguna faktor produksi


C. Pelaku-Pelaku Kegiatan Ekonomi

Adapun pelaku-pelaku dalam kegiatan ekonomi dalam suatu negara dapat dikelompokan menjadi tiga golongan (diasumsikan tidak ada kegiatan ekspor-impor/masyarakat luar negeri), antara lain:

1. Rumah Tangga

Rumah tangga adalah pemilik berbagai faktor produksi yang tersedia dalam perekonomian. Sektor ini menyediakan tenaga kerja dan tenaga usahawan, dan beberapa faktor lain, yaitu barang-barang modal, sumber daya alam, dan harta tetap seperti tanah dan bangunan. Mereka menawarkan faktor-faktor produksi ini kepada perusahaan,sebagai balas jasa perusahaan akan memberikan berbagai jenis pendapatan ke rumah tangga, baik itu upah, bunga , sewa dan keuntungan-keuntungan lain.

2. Perusahaan

Perusahaan adalah organisasi yang dikembangakan seseorang atau sekumpulan orang dengan tujuan untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat (rumah tangga), orang atau sekumpulan orang tersebuat disebut pengusaha yang mengelola faktor-faktor produksi sehingga barang dan jasa yang diperlukan rumah tangga dapat di produksi, tujuannya adalah untuk memperoleh keuntungan kegiatan jual-beli barang jasa yang diproduksi.

3. Pemerintah

Pemerintah adalah badan yang bertugas untuk mengatur kegiatan ekonomi, dan mengawasi kegiatan rumah tangga dan perusahaan supaya mereka tidak merugikan masyarakat umum. Selain itu, pemerintah juga melakukan sendiri kegiatan kegiatan ekonomi, yaitu mengembangkan prasarana ekonomi dan mengembangkan prasarana sosial (fasilitas umum) yang tidak diproduksi oleh perusahaan.

Pemerintah juga dapat mengenakan pajak kepada rumah tangga dan perusahaan untuk membiayai pengeluaranannya, pajak dapat dibedakan jadi pajak langsung dan pajak tidak langsung, selain dari pajak pemerintah juga dapat memperoleh pendapatan dari pembayaran royalti dari perusahaan yang mengekploitasi kekayaan alam dan keuntungan dari perusahaan yang di milikinya.


D. Sirkulasi Aliran Pendapatan

Ahli-ahli ekonomi biasanya membuat suatu diagram yang dinamakan Sirkulasi Aliran Pendapatan. Diagram itu memberikan gambaran tentang aliran-aliran seperti :
1. Faktor-faktor produksi
2. Pendapatan
3. Barang dan jasa
4. Pengeluaran, antara sektor-sektor dalam kegiatan ekonomi


Dalam sirkulasi aliran pendapatan yang sederhana (ekonomi 2 sektor) diausmsikan bahwa pemerintah diabaikan (Tidak ada campur tangan pemerintah) dan juga kegiatan ekspor impor diabaikan. Dengan demikian sirkulasi aliran pendapatan biasanya hanyalah menunjukkan bentuk aliran faktor produksi, pendapatan, barang serta jasa dan pengeluaran, antara sektor rumah tangga dan sektor perusahaan. (Catatan: Dalam postingan Selanjutnya akan dibahas lebih rinci lagi mengenai aliran ekonomi 2 sektor, 3 sektor dan 4 sektor)


1.    Jenis- jenis Aliran yang ada dalam ekonomi 2 sektor

Dalam perekonomian dua sektor, aliran pendapatan dilakukan oleh:

a. Sektor perusahaan

Sektor perusahaan merupakan organisasi yang menghasilkan barang/jasa sesuai dengan kebutuhan rumah tangga. Namun dalam melakukan kegiatan produksinya, membutuhkan Rumah tangga yaitu sebagai faktor-faktor produksinya.

b. Sektor rumah tangga

Sektor rumah tangga merupakan pemilik faktor-faktor produksi yang akan menawarkan sumber-sumber daya kepada pengusaha dan para pengusaha akan menyambut tawaran tersebut karena mereka memerlukan faktor-faktor produksi untuk memproduksi barang-barang dan jasa-jasa. Penawaran dan penggunaan faktor-faktor produksi tersebut akan mewujudkan dua macam aliran, yaitu, aliran barang dan aliran uang.

Interaksi diantara sektor perusahaan dan sektor rumah tangga dalam dua jenis kegiatan berikut :
  • Menentukan jenis-jenis barang dan jasa yang perlu di produksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
  • Menentukan bagaimana faktor-faktor produksi akan di alokasikan keberbagai faktor produksi.

2. Sirkulasi Aliran Pendapatan dan Ekonomi Pasar

a. Pasar Barang, adalah tempat dimana para pembeli dan para penjual dari suatu barang atau jasa melakukan interaksi untuk menentukan jumlah dan harga barang atau jasa yang diperjualbelikan.
b. Pasar Faktor, adalah tempat dimana para pengusaha ( pembeli faktor-faktro produksi ) mengadakan interaksi dengan pemilik faktor-faktor produksi yang akan di gunakan dalam menghasilkan barang-barang dan jasa-jasa yang diminta masyarakat.


E. Mekanisme Pasar

Mekanisme pasar adalah sistem dalam pengalokasian faktor-faktor produksi dan merupakan faktor yang penting mengembangkan suatu perekonomian, tatapi dalam keadaan tertentu ia menimbulkan akibat buruk sehingga di perlukan campur tangan pemerintah untuk mengatasi masalah yang timbul.

1. Manfaat dari Mekanisme Pasar

Mekanisme pasar dapat mengalokasikan faktor-faktor produksi dengan cukup efisien dan dapat mendorong perkembangan ekonomi di sebabkan karena ia memiliki beberapa manfaat yang dijelaskan di bawah ini.

a. Pasar dapat memberi informasi yang lebih akurat.
b. Pasar memberi dorongan para usahawan untuk mengembangkan suatu kegiatan usaha.
c. Pasar memberi dorongan untuk memperoleh keahlian dan teknologi baru (inovasi).
d. Pasar menggalakkan penggunaan barang dan faktor produksi secara efisien.
e. Pasar memberikan kebebasan yang tinggi kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan ekonomi.

2. Kelemahan Mekanisme Pasar

Adapun beberapa kelemahan dari mekanisme pasar antara lain:

a.  Sistem pasar dapat menimbulkan monopoli.
b. Kebebasan yang tidak terbatas menindas golongan-golongan tertentu memungkinkan adanya permasalahan ekonomi seperti pengangguran, kesenjangan pendapatan dan-lain-lain.
c.  Kegiatan Ekonomi dapat menjadi tidak strabil.

3 comments:

  1. Bagus mudah di mengerti dan bahasa yang di gunakan juga mudah di pahami

    ReplyDelete
  2. terimakasih, sangat membantu dalam perkuliahan saya

    ReplyDelete

Mohon maaf bila ada salah kata dan hal-hal yang kurang berkenan. Adapun kritik atau saran mohon isi comment box. Terimakasih